Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 23 Maret 2013

Pesan Istri Untuk Suami


Seorang Anak laki-laki yang cakep,romantis,gampang putus asa,meski sedikitnakal  telah dididik oleh orang tuanya untuk tidak berpacaran,tidak membantah,dan jadi anak yang sholeh.Suatu ketika pada saat sekolah dia melihat seorang gadis cantik dan pintar berniat untuk merubah sifat buruknya dan mengampiri dirinya dan berkata :

“Hai.., mau kah kau menjadi pacarku?”

“Maafkan saya saya islam dan islam itu melarang untuk berpacaran,dan begitu pula dengan ku aku tak akan bisa membuatmu bahagia dan tersenyum saat ini,apakah kau mau menungguku  ?”.

“Oke aku akan menunggumu mulai dari sekarang,ya sudah sampai jumpa...”

Mulai sejak itu,gadis itu menjadi anak baik dan menunggu lelaki itu sedangkan anak lelaki itu sedang berusaha untuk membuat gadis yang bercakap dengannya bahagia dengan cara berusaha membuka lapangan kerja dan menjadi orang sukses.
Hari ke hari telah berlalu, bulan ke bulan telah berlalu, tahun ke tahun telah di lalui akhirnya mereka bertemu kembali di sebuah pesta pernikahan teman mereka berdua,lelaki itu sudah menjadi orang yang sukses dan menjadi anak yang sholeh sedangkan gadis itu menjadi anak yang baik,berakhaqul karimah,lalu mereka berdua saling berbincang :

”Assalamualaikun..” sapa gadis itu

”Waalaikumsallam,(cantiknya dia saat memakai jilbab suhanallah)” jawab lelaki itu

”Akhirnya kita betemu kembali seperti janjimu waktu itu” ucap gadis itu

”Baiklah mungkin sekarang saatnya, maukah kau menjadi wanita yang halal bagiku?” tanya lelaki itu

”Tapi akankah kau masih mau menerimaku bila aku divonis akan mati dalam seminggu lagi atau bila aku menjadi cacat?” ucap gadis itu

”Kenapa tidak?, kau bagaikan bidadari yang turun untuk membersihkan hatiku, dan menjadi pendampingku selama lamanya, meski kau menjadi cacat karna suatu hal aku akan terus mencintaimu,melindungimu,menjagamu setiap detik dan apabila kau akan meninggal minggu depan dan bila memang itu yang tuhan kehendaki aku akan mendampingimu setiap detik dan membuat mu tersenyum bahagia,dan akan kulakukan semua yang kubisa untuk membuatmu tidak bersedih dan bila perlu aku akan menaruhkan nyawaku untukmu”

”kau memang orang terbaik yang pernah kutemui”

Mereka pun menikah.Tanpa disadari oleh suaminya,gadis itu terkena penyakit mematikan yang akan memakan sel sel dalam tubuh si gadis dalam waktu 1 minggu,dan dia hanya mempunyai waktu 1 minggu dan penyakit itu juga akan menghilangkan rahimnya. Hari hari dipenuhi oleh keceriaan,kebahagiaan,rasa cinta,sayang tetapi gadis itu terus menangis dalam hatinya karna hanya mempunyai waktu 6 hari lagi dan dia tidak mau membuat suaminya sedih oleh karna itu penyakit itu tidak diketahui oleh suaminya tetapi dia menulis sebuah surat sambil menangis untuk suaminya dan dititipkan pada orang dekatnya. Pada saat tinggal satu hari lagi dia meminta suaminya untuk tetap tinggal dirumah sampai esok hari, lalu dia memutuskan untuk tidak kerja dan berdiam diri dirumah selama satu hari bersama istri tercintanya.

”Yang ada apa kok tumben minta aku untuk diam dirumah untuk bersamamu apakah ada sesuatu yang membuatmu begitu?”

”Tidak ada apa apa kok mas,hanya saja...”

”Hanya saja apa?”

”Tidak mas itu bukan apa apa”

Setelah percakapan itu suaminya mulai khawatir pada istrinya,dan suaminya terus menghibur dengan canda tawanya,1 setengah jam sebelum jam 12 malam dia teriak kesakitan lalu suaminya menghampirinya dan menanyakan keadaannya

”Apakah kau tidak apa apa?”

”Tidak aku tidak apa apa hanya sakit perut saja”

”Sebenarnya ada yang mau kau katakan padaku?”

”tidak.hanya saja aku minta besok jangan bangunkan aku,aku mau istirahat,dan juga besok harus berangkat kerja jam 5 subuh dan tak boleh pulang kerumah sampai jam 12 malam bersenang senang lah saat kau tak di rumah mungkin itu saja yang bisa ku ucapkan untukmu”
”Baiklah aku akan menurut padamu,semoga kau mimpi indah my beautiful wife”

”kau juga suamiku...”

Setelah itu istrinya meninggal tanpa diketahui oleh suaminya jam 12.01 istrinya meninggal dengan senyuman yang ditunjukan oleh dia,sedangkan suaminya menuruti permintaan istrinya pergi kerja jam 5 subuh tanpa membangunkan sang istri diselimuti dengan perasaan takut.Dan setelah pulang kerja dan bersenang senang jam 12.00 suaminya bertemu teman istrinya dan memberikan sebuah surat bertulisan ”for my husband”

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh
suamiku tercinta kutuliskan surat ini untukmu 6 hari sebelum sekarang sebenarnya minggu kemarin aku ke dokter dan divonis 1 minggu lagi hidupku,untuk itu aku tidak menyia-nyia kan waktu kita bersama maafkan aku untuk menutupi itu semua darimu karna aku tidak mau itu mengacaukan pikiranmu,hidupmu,dan aku tidak mau kau khawatir biarkanlah aku begini saja tidak apa apa aku mati asalkan kau bahagia. Oh iya suamiku mungkin kau sudah bersenang senang seharian ini maka dari itu aku memintamu begitu karna meski ku tiada kau akan bisa terbiasa hidup tanpaku kau sekarang akan lebih kuat dari pada yang kemarin
mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah tiada maka dari itu aku berpesan : jadilah orang yang berguna bagi orang lain,ambilah keputusan yang benar agar menjadi orang yang bijaksana,jadilah orang yang baik,jangan putus asa dan ingat ya jangan merokok,narkoba apapun yang terjafi. Jangan merasa kehilanganku ya karna kau sudah menjadi orang yang kuat sekarang,meski jasadku telah tiada tapi cinta dan kasih ku selalu ada dalam hatimu selamat tinggal WISH YOU ALL THE BEST

Setelah membaca surat itu suaminya pun menangis,menitihkan air mata. Akhirnya suaminya hidup sendir dengan optimis,tidak gampang putus asa dan menjadi lelaki sejati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar