Seorang
Anak laki-laki yang cakep,romantis,gampang putus asa,meski sedikitnakal telah dididik oleh orang tuanya untuk tidak
berpacaran,tidak membantah,dan jadi anak yang sholeh.Suatu ketika pada saat
sekolah dia melihat seorang gadis cantik dan pintar berniat untuk merubah sifat
buruknya dan mengampiri dirinya dan berkata :
“Hai.., mau kah kau menjadi pacarku?”
“Maafkan saya saya islam dan islam itu melarang untuk berpacaran,dan begitu
pula dengan ku aku tak akan bisa membuatmu bahagia dan tersenyum saat ini,apakah
kau mau menungguku ?”.
“Oke aku akan menunggumu mulai dari sekarang,ya sudah sampai jumpa...”
Mulai sejak itu,gadis itu menjadi anak baik dan menunggu
lelaki itu sedangkan anak lelaki itu sedang berusaha untuk membuat gadis yang
bercakap dengannya bahagia dengan cara berusaha membuka lapangan kerja dan
menjadi orang sukses.
Hari ke hari telah berlalu, bulan ke bulan telah berlalu,
tahun ke tahun telah di lalui akhirnya mereka bertemu kembali di sebuah pesta
pernikahan teman mereka berdua,lelaki itu sudah menjadi orang yang sukses dan
menjadi anak yang sholeh sedangkan gadis itu menjadi anak yang baik,berakhaqul
karimah,lalu mereka berdua saling berbincang :
”Assalamualaikun..” sapa gadis itu
”Waalaikumsallam,(cantiknya dia saat memakai jilbab suhanallah)” jawab
lelaki itu
”Akhirnya kita betemu kembali seperti janjimu waktu itu” ucap gadis itu
”Baiklah mungkin sekarang saatnya, maukah kau menjadi wanita yang halal
bagiku?” tanya lelaki itu
”Tapi akankah kau masih mau menerimaku bila aku divonis akan mati dalam
seminggu lagi atau bila aku menjadi cacat?” ucap gadis itu
”Kenapa tidak?, kau bagaikan bidadari yang turun untuk membersihkan hatiku,
dan menjadi pendampingku selama lamanya, meski kau menjadi cacat karna suatu
hal aku akan terus mencintaimu,melindungimu,menjagamu setiap detik dan apabila
kau akan meninggal minggu depan dan bila memang itu yang tuhan kehendaki aku
akan mendampingimu setiap detik dan membuat mu tersenyum bahagia,dan akan
kulakukan semua yang kubisa untuk membuatmu tidak bersedih dan bila perlu aku
akan menaruhkan nyawaku untukmu”
”kau memang orang terbaik yang pernah kutemui”
Mereka pun menikah.Tanpa disadari oleh suaminya,gadis itu
terkena penyakit mematikan yang akan memakan sel sel dalam tubuh si gadis dalam
waktu 1 minggu,dan dia hanya mempunyai waktu 1 minggu dan penyakit itu juga
akan menghilangkan rahimnya. Hari hari dipenuhi oleh keceriaan,kebahagiaan,rasa
cinta,sayang tetapi gadis itu terus menangis dalam hatinya karna hanya
mempunyai waktu 6 hari lagi dan dia tidak mau membuat suaminya sedih oleh karna
itu penyakit itu tidak diketahui oleh suaminya tetapi dia menulis sebuah surat
sambil menangis untuk suaminya dan dititipkan pada orang dekatnya. Pada saat
tinggal satu hari lagi dia meminta suaminya untuk tetap tinggal dirumah sampai
esok hari, lalu dia memutuskan untuk tidak kerja dan berdiam diri dirumah
selama satu hari bersama istri tercintanya.
”Yang ada apa kok tumben minta aku untuk diam dirumah untuk bersamamu
apakah ada sesuatu yang membuatmu begitu?”
”Tidak ada apa apa kok mas,hanya saja...”
”Hanya saja apa?”
”Tidak mas itu bukan apa apa”
Setelah percakapan itu suaminya mulai khawatir pada
istrinya,dan suaminya terus menghibur dengan canda tawanya,1 setengah jam
sebelum jam 12 malam dia teriak kesakitan lalu suaminya menghampirinya dan
menanyakan keadaannya
”Apakah kau tidak apa apa?”
”Tidak aku tidak apa apa hanya sakit perut saja”
”Sebenarnya ada yang mau kau katakan padaku?”
”tidak.hanya saja aku minta besok jangan bangunkan aku,aku mau
istirahat,dan juga besok harus berangkat kerja jam 5 subuh dan tak boleh pulang
kerumah sampai jam 12 malam bersenang senang lah saat kau tak di rumah mungkin
itu saja yang bisa ku ucapkan untukmu”
”Baiklah aku akan menurut padamu,semoga kau mimpi indah my beautiful wife”
”kau juga suamiku...”
Setelah itu istrinya meninggal tanpa diketahui oleh
suaminya jam 12.01 istrinya meninggal dengan senyuman yang ditunjukan oleh
dia,sedangkan suaminya menuruti permintaan istrinya pergi kerja jam 5 subuh
tanpa membangunkan sang istri diselimuti dengan perasaan takut.Dan setelah
pulang kerja dan bersenang senang jam 12.00 suaminya bertemu teman istrinya dan
memberikan sebuah surat bertulisan ”for my husband”
”Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh
suamiku tercinta kutuliskan surat ini untukmu 6 hari
sebelum sekarang sebenarnya minggu kemarin aku ke dokter dan divonis 1 minggu
lagi hidupku,untuk itu aku tidak menyia-nyia kan waktu kita bersama maafkan aku
untuk menutupi itu semua darimu karna aku tidak mau itu mengacaukan
pikiranmu,hidupmu,dan aku tidak mau kau khawatir biarkanlah aku begini saja
tidak apa apa aku mati asalkan kau bahagia. Oh iya suamiku mungkin kau sudah
bersenang senang seharian ini maka dari itu aku memintamu begitu karna meski ku
tiada kau akan bisa terbiasa hidup tanpaku kau sekarang akan lebih kuat dari
pada yang kemarin
mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah tiada maka
dari itu aku berpesan : jadilah orang yang berguna bagi orang lain,ambilah
keputusan yang benar agar menjadi orang yang bijaksana,jadilah orang yang
baik,jangan putus asa dan ingat ya jangan merokok,narkoba apapun yang terjafi.
Jangan merasa kehilanganku ya karna kau sudah menjadi orang yang kuat
sekarang,meski jasadku telah tiada tapi cinta dan kasih ku selalu ada dalam
hatimu selamat tinggal WISH YOU ALL THE BEST ”
Setelah membaca surat itu suaminya pun
menangis,menitihkan air mata. Akhirnya suaminya hidup sendir dengan optimis,tidak
gampang putus asa dan menjadi lelaki sejati.
